Yuk Mengenal Prinsip Syariah Dalam Transaksi Jual Beli
Yuk Mengenal Prinsip Syariah Dalam Transaksi Jual Beli

Yuk Mengenal Prinsip Syariah Dalam Transaksi Jual Beli

Catatanpanda.comYuk Mengenal Prinsip Syariah Dalam Transaksi Jual Beli. Dalam melaksanakan jual beli berdasarkan Keuangan Syariah, setiap penjual, dan pembeli harus mengikuti rekomendasi dalam prinsip syariah yang berlaku. Prinsip Syariah ini berarti bahwa ia dipandu terutama oleh Quran dan Hadits Dalam Islam.

Untuk memahami prinsip-prinsip syariah, penting bagi teman-teman untuk mengetahui jenis pembiayaan yang direkomendasikan, kontrak dalam Prinsip Syariah, dan transaksi yang dilarang dalam jual beli Syariah. Ayo, mari kita lihat penjelasannya sampai selesai, ya!

Jenis pembiayaan dalam prinsip syariah

Saat ini, jenis pembiayaan berdasarkan prinsip syariah menjadi pilihan kebanyakan orang, terutama bagi teman-teman yang ingin bertransaksi tanpa ribawi dan sesuai dengan ajaran Islam.

Padahal, saat ini proses pengajuan dan pembiayaan suatu produk atau jasa dengan menggunakan prinsip Syariah dapat dilakukan dengan mudah.

Namun, teman perlu memahami terlebih dahulu jenis pembiayaannya. Nah, berikut ini beberapa jenis pembiayaan yang bisa dilakukan berdasarkan prinsip syariah, antara lain:

Baca Juga: PERBEDAAN ANTARA BISNIS DOMESTIK DAN INTERNASIONAL

Pembiayaan barang Syariah

Lembaga keuangan biasanya menyediakan pembiayaan barang berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan perjanjian Murabahah, perjanjian istishna, dan Perjanjian salam.

Salah satu kontrak pembiayaan yang paling sering digunakan oleh Lembaga Keuangan Islam untuk pembiayaan barang adalah perjanjian Murabahah.

Kontrak murabahah adalah jenis pembiayaan syariah yang menegaskan harga perolehan dan margin keuntungan kepada pembeli.

Artinya, keuntungan diperoleh dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Dengan kontrak ini, pembeli dapat mengetahui harga beli barang dan margin keuntungan yang diperoleh penjual secara transparan.

Sahabat dapat memaksimalkan jenis pembiayaan barang dengan kontrak Murabahah di Adira Finance, seperti pembiayaan mobil Syariah, pembiayaan sepeda motor Syariah, dan pembiayaan elektronik, furniture, dan gadget Syariah.

Dengan adanya layanan pembiayaan barang ini, diharapkan teman-teman dapat dengan mudah melamar dan mendapatkan barang impian dengan mudah.

Baca Juga: Manfaat Google Ads untuk Mengembangkan Bisnis Anda

Sebenarnya, kontrak Murabahah juga dapat digunakan jika

Teman-teman ingin pergi beribadah Umrah, tetapi tidak memiliki cukup uang tunai atau saldo tabungan. Pembiayaan umroh Syariah memudahkan teman-teman untuk pergi Umroh tanpa repot karena pembayaran bisa dilakukan dengan mencicil.

Layanan pembiayaan syariah

Biasanya kontrak yang digunakan untuk layanan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah kontrak Ijarah, kontrak Ijarah muntahiya bittamlik, dan kontrak Al-Bai’ wa al-isti’jar.

Sementara itu, kontrak Ijarah muntahiya bittamlik (IMBT)adalah jenis pembiayaan dengan sistem sewa yang berakhir dengan pengalihan hak milik.

Akad Al-bai ‘ al-isti’jar adalah jenis pembiayaan yang berfokus pada pembiayaan dana dengan prinsip syariah.

Layanan pembiayaan AMANAH dapat dimaksimalkan untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya renovasi rumah, pendidikan, pernikahan, Kesehatan, Perjalanan, perayaan lainnya, atau modal usaha.

Investasi pembiayaan syariah

Selain pembiayaan barang dan jasa, prinsip syariah juga memiliki jenis pembiayaan investasi yang menggunakan kontrak musyarakah dan mudharabah.

Kontrak Musharakah adalah jenis pembiayaan dengan menggunakan skema bagi hasil, di mana lembaga pembiayaan menempatkan dana sebagai modal usaha bagi nasabah. Kedua belah pihak kemudian akan membagikan hasil kesepakatan yang telah ditentukan.

Sedangkan kontrak mudharabah adalah jenis pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dari lembaga pembiayaan sebagai pemilik dana kepada nasabah untuk melakukan kegiatan usaha tertentu dengan metode Bagi Hasil kepada kedua belah pihak.

Pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu jenis pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang akan digunakan sebelum mengajukan permohonan pembiayaan dana atau jasa di lembaga yang bersangkutan.

Kegiatan yang dilarang dalam Keuangan Islam
Jika sebelumnya kita membahas jenis pembiayaan yang direkomendasikan dalam Keuangan Syariah.

Kini saatnya teman-teman mengetahui jenis kegiatan yang dilarang dalam pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, antara lain:

Riba

Meluncurkan halaman resmi islam.nu.or.id riba berasal dari bahasa Arab yang berarti kelebihan atau penambahan (az-ziyadah). Kelebihan atau penambahan ini adalah konteks yang cukup umum, yaitu, semua penambahan utang pokok dan Properti.

Untuk membedakan riba dari laba biasa, Anda perlu mengetahui perbedaan antara ribhun (untung atau untung) dan riba. Anda akan dapat membeli dan menjual barang-barang anda.

Sedangkan riba diperoleh dari adanya kondisi tambahan dalam kegiatan hutang dan piutang atas barang yang waktu pembayarannya belum pasti.

Baca Juga: Pilih Peluang Bisnis Di Tahun 2022

Maisir

Dalam bahasa (etimologi), maisir berarti mudah atau mudah. Menurut istilahnya, maisir adalah kegiatan untuk mendapatkan keuntungan tanpa harus bekerja keras. Maisir sering dikenal sebagai perjudian karena dalam praktiknya, orang yang berjudi mendapat manfaat dengan cara yang mudah.

Gharar

Menurut bahasa, gharar berarti taruhan. Menurut istilah, gharar adalah sesuatu yang mengandung ketidakjelasan, taruhan, atau perjudian.

Ini adalah beberapa transaksi yang dilarang berdasarkan Prinsip Syariah. Jika Anda ingin memilih layanan pembiayaan syariah yang aman dan diberkati, maka Anda juga perlu memilih lembaga pembiayaan syariah yang tepat. Simak tips di bawah ini, yup!

Leave a Reply

Your email address will not be published.