New Aplikasi Efaktur 3.1 dan Cara Update Efaktur 3.1
New Aplikasi Efaktur 3.1 dan Cara Update Efaktur 3.1

New Aplikasi Efaktur 3.1 dan Cara Update Efaktur 3.1

Catatanpanda.comNew Aplikasi Efaktur 3.1 dan Cara Update Efaktur 3.1. Sistem e-invoicing 3.1 telah dirilis pada awal 2022. Perubahan apa yang ada pada sistem e-faktur terbaru ini? Mari kita bahas secara lengkap di artikel ini.

Pembaruan aplikasi E-Faktur Desktop

Wajib pajak, terutama pengusaha kena pajak (PKP), wajib menerbitkan faktur pajak dan mengirimkannya kepada pembeli saat transaksi terjadi. Untuk menerbitkan dokumen pajak tersebut, wajib pajak perlu membuatnya dalam sistem E-Faktur.

Sistem E-Faktur yang diperkenalkan oleh DJP telah mengalami beberapa perubahan. Akhirnya pada tahun 2020, DJP merilis pembaruan e-invoice Versi Desktop 3.0, yang menampilkan pajak masukan yang telah diisi sebelumnya dan pemberitahuan impor barang yang telah disinkronkan.

Di Tengah Indonesia Bea dan Cukai (DGBC). Fitur ini berupa pengisian informasi berdasarkan pencatatan sebelumnya sehingga wajib pajak tidak perlu lagi mengisi data secara manual ke dalam masa pengembalian PPN.

Fitur yang sama juga hadir dalam aplikasi e-invoice OnlinePajak. Simak lebih lanjut tentang OnlinePajak e-invoicing di sini.

Kemudian di awal tahun 2022, DJP merilis update e-invoice 3.1. Dengan begitu, wajib pajak harus mengupdate e-invoice versi 3.0 ke versi terbaru.

Link Alternatif: Aplikasi Efaktur 3.2 dan Cara Update Efaktur 3.2

Fitur baru pada E-Faktur 3.1

Ada sejumlah fitur baru pada e-invoicing Desktop Versi 3.1 yang memudahkan wajib pajak PKP untuk mengelola faktur pajaknya. Ada sesuatu?

Masukan dokumen PMSE

Sekarang, PKP dapat memasukkan bukti pengumpulan pajak PMSE (perdagangan melalui sistem elektronik). Dokumen yang Dapat di input dapat berupa commercial invoice, billing, order recceipt, dan dokumen sejenis lainnya, asalkan menyebutkan penagihan PPN dan pembayaran telah dilakukan.

Dokumen-dokumen ini dapat dikreditkan jika memenuhi ketentuan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER 12/PJ / 2020.

Baca Juga: Aplikasi Youtube Vanced Dengan Updatean Terbaru

Pengkreditan Pajak Masukan dibebankan dengan SKP
Berdasarkan PMK Nomor 18 / PMK.03/2021 Pasal 68, PKP dapat mengkredit pajak masukan atas perolehan, impor, dan pemanfaatan, yang dibebankan dengan penerbitan Surat Ketetapan Pajak (SKP). Pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah jumlah pokok pajak yang tercantum dalam SKP, diantaranya:

  • SKP tentang perolehan barang kena pajak (BKP) dan / atau jasa kena pajak (JKP)
  • SKP Impor BKP
  • SKP tentang pemanfaatan JKP
  • SKP tentang pemanfaatan BKP tidak berwujud
  • Untuk dapat mengkredit pajak masukan yang dibebankan SKP, PKP dapat melaporkan dokumen-dokumen tertentu yang setara dengan Faktur Pajak dalam SPT periode PPN sesuai dengan periode pajak pelunasan terakhir atau 3 periode pajak setelah pelunasan terakhir.

Validasi Sppb Untuk Faktur Pajak 07 pendapatan barang Kawasan Berikat

Pada e-invoice versi terbaru, terdapat validasi pengiriman barang (SPPB) pada saat pembuatan Faktur Pajak 07 atas masuknya barang Berikat. Surat perintah ini juga sering disebut sebagai dokumen BC 4.0.

Berdasarkan PMK no. 65 / PMK.04/2021 Pasal 21 ayat (5), PKP yang menyerahkan BKP dan melakukan pemasukan barang ke Kawasan Berikat:

  • Wajib membuat faktur pajak, yang dibuktikan dengan dokumen persetujuan masuknya barang ke Kawasan Berikat milik Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB sebelum menerbitkan Faktur Pajak.
  • Tidak dapat menggunakan faktur pajak gabungan.
  • Menjaga dan memelihara dengan baik di tempat usaha, pembukuan dan catatan serta dokumen yang berkaitan dengan masuknya barang ke dalam Kawasan Berikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
  • Jadi, PKP akan diminta untuk mengisi nomor SPPB. Pastikan untuk mengisi nomor dan informasi lain dalam aplikasi dengan tepat.

Dokumen prepopulated BC 4.0

Seiring dengan fitur validasi sppb baru, ada fitur dokumen bc 4.0 yang telah diisi sebelumnya. Jadi, dokumen surat perintah ini dapat prepopulated melalui web e-faktur. PKP dapat men-download dokumen CSV dari sistem, kemudian impor mereka ke desktop e-faktur. Namun sebelum diimpor, PKP harus terlebih dahulu mengisi NSFP ke dalam dokumen CSV.

Tapi untuk kedua fitur ini (SPPB validasi dan prepopulated BC 4.0), ditujukan untuk wajib pajak tertentu secara terbatas. Jadi, PKP yang telah mengupdate e-invoice namun tidak mencantumkan daftar wajib pajak khusus, tidak dapat menggunakan kedua fitur tersebut.

Mengelola faktur pajak di E-invoice OnlinePajak

Wajib pajak PKP yang masih menggunakan e-invoice 3.0, dapat segera melakukan update ke e-invoice versi terbaru.

Selain menggunakan Desktop e-faktur, wajib pajak juga dapat mengelola faktur pajak menggunakan OnlinePajak e-faktur. Sebagai mitra resmi DJP, OnlinePajak selalu update mengikuti peraturan yang berlaku agar wajib pajak dapat melakukan kepatuhan pajak dengan lebih mudah.

Tidak hanya menerbitkan faktur pajak elektronik, wajib pajak juga dapat membuat faktur komersial dari setiap transaksi yang dilakukan, menghitung pajaknya secara otomatis, membuat draf faktur pajak pembelian secara otomatis, juga melaporkan SPT untuk periode PPN.

Lalu, masih banyak fitur lain yang memudahkan wajib pajak dalam mengelola faktur pajak dan transaksi bisnis. Daftar sekarang untuk mempelajari lebih lanjut dan menantikan pembaruan sesuai peraturan yang berlaku. Klik disini.

Cara memperbarui e-invoice Ver 3.1 terbaru

Wajib pajak yang masih menggunakan sistem lama, harus memperbarui ke versi terbaru dari E-Faktur. Bagaimana?

Sebelum memulai, pastikan Anda telah mencadangkan dan menyalin db dari versi lama e-invoice. Kemudian, Unduh patch aplikasi e-invoice terbaru sesuai dengan sistem operasi komputer yang digunakan. Unduh patch aplikasi dapat dilakukan melalui tautan ini.

Selanjutnya, instal patch aplikasi dengan langkah-langkah ini:

  • Ekstrak file patch e-faktur zip, lalu salin ‘ETaxInvoice’, ‘ETaxInvoiceMain’, dan ‘ETaxInvoiceUpd’.
  • Buka folder ekstrak e-Faktur dan tempel tiga file sebelumnya.
  • Ganti nama folder menjadi ‘e-invoice 3.1’ untuk memudahkan identifikasi.
  • Klik kanan pada file ‘ETaxInvoice’ untuk menjalankannya.
  • Pilih ‘Jalankan sebagai Administrator ‘dan klik’ya’.
  • Ketika proses selesai, pastikan aplikasi e-invoice terbaru memiliki fitur ‘ Prepopulated Data’feature.
  • Ketika telah berhasil diperbarui e-faktur versi 3.1, mengubah nama file ‘ ETaxInvoiceUpd.exe ‘menjadi’ ETaxInvoice_backup.exe’. Pastikan aplikasi lama ditutup.
  • Login ke akun e-faktur Anda.
  • Masukkan sertifikat elektronik ke dalam folder E-Faktur 3.1
  • Klik menu ‘referensi’, lalu klik’ Administrasi Sertifikat Elektronik’, klik’ Buka ‘dan pilih’ Sertifikat Elektronik.
  • Masukkan frasa sandi sertifikat elektronik, lalu klik ‘OK’dan klik ‘Simpan’.
  • Selesai! Aplikasi E-Faktur telah berhasil diperbarui ke versi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.